BI Terus Dorong Pengembangan Usaha Syariah Berbasis Digital

November 15, 2018 By 0 Comments

Bank Indonesia (BI) terus menambah pengembangan usaha syariah. Pasalnya, gaya hidup halal ketika ini secara nyata dapat mendorong perekonomian syariah untuk dapat berperan dalam perekonomian regional maupun nasional.

 

Perkembangan industri fashion muslim sendiri, dalam lima tahun terakhir, sudah tumbuh secara signifikan dan sudah dinyatakan secara internasional.

 

Director of Islamic Economic and Finance Department Bank Indonesia Anwar Bashori mengatakan, pengembangan ekosistem halal value chain dengan merealisasikan global connectivity ini bertujuan supaya ekonomi syariah di Indonesia tumbuh dan menjadi pemain.

 

“Kami menyerahkan sarana berkolaborasi, ekosistem lokal halal value chain dengan merealisasikan penguatan model bisnis berbasis ekonomi digital antara e-commerce dengan teknologi keuangan (tekfin) syariah,” ujar Anwar di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

 

Chief Executive Officer HIJUP Diajeng Lestari menambahkan, sebagai katalisator dan roda penggerak perkembangan industri fashion muslim, HIJUP menyokong inisiasi BI mengembangkan ekosistem halal value chain berbasis digital dan berkomitmen guna memperkuat perekonomian syariah Indonesia melewati sektor fashion muslim.

 

“Komitmen kerja sama ini sejalan pula dengan latar belakang berdirinya HIJUP, kami muncul untuk menjadi pemain di pasar muslim, tidak melulu sebagai pasar yang konsumtif,” jelasnya.

 

Data Global Islamic Economic Report 2017 – 2018 mengindikasikan skor indikator ekonomi syariah dan data Indonesia berada pada urutan ke-11, sebenarnya Indonesia adalahnegara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Inisiasi komitmen ini adalahtitik mula untuk membina ekosistem halal value chain untuk perkembangan ekonomi syariah di masa depan.

 

Program business matching HIJUP dengan tekfin syariah ini bakal mengembangkan kolaborasi buatan dengan semua tenant HIJUP memakai sistem syariah murabaha. Pola pembiayaan ini memakai sistem dengan pembelian modal aset produksi.

 

Melalui adanya kerja sama ini, diinginkan Indonesia bisa menjadi sepuluh besar negara pengekspor busana muslim dan industri fashion muslim ini bisa terus menjadi donatur pertumbuhan ekonomi syariah dan dapat menyusun ekosistem perekonomian syariah di Indonesia.