Koperasi Syariah Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Oktober 15, 2018 By 0 Comments

Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT UGT Sidogiri berkomitmen membina kemandirian ekonomi menurut motivasi kegotong royongan dan kekeluargaan.

Sebagaimana Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi dari mula mengajarkan prinsip berkoperasi yang berdikari dan kekeluargaan.

Ketua BMT Sidogiri, Mahmud Ali Zain menuliskan pihaknya berkomitmen supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi spirit untuk para lulusan pesantren Sidogiri yang sekarang tersebar di semua pelosok Indonesia.

“Kemandirian ekonomi berkoperasi paling penting, sebab dengan kemandirian akan dapat menilai nasib hidup sendiri,” ujarnya dalam penjelasan tulis yang diterima Republika, Senin (17/9).

Ia mencontohkan akibat dari ketidak mandirian tersebut direfleksikannya laksana dalam menilai harga-harga barang yang ada sekitar ini yang tidak sedikit ditentukan oleh pihak lain.

Terkait dengan itu, BMT UGT Sidogiri berangan-angan menjadi soko guru dalam mengkonsolidasikan potensi-potensi ekonomi yang terdapat di masyarakat.

Sebagai suatu koperasi pesantren terbesar di Indonesia, BMT UGT Sidogiri mengembangkan sekian banyak unit bisnis yang dikelola oleh para lulusan pondok pesantren Sidogiri, di antaranya perusahaan teknologi IT, asuransi, properti, agro, serta travel haji dan umroh.

“Dengan sekian banyak bisnis itu dan jaringan yang kami kelola, BMT UGT Sidogiri dapat meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Pada akhir 2017, total BMT UGT Sidogiri menjangkau Rp 2,4 triliun dan sampai akhir 2018 ditargetkan total asetnya menjangkau Rp 5 triliun.

Untuk memburu target aset tersebut, BMT yang sekarang mempunyai jumlah anggota sejumlah 16.647 orang itu, pihak pengurus akan menambah jaringan pelayanan dan profesionalisme sumber daya manusianya.

Saat ini, BMT UGT Sidogiri memilik jaringan kantor cabang yang tersebar di 49 provinsi.

“Kami optimistis dengan jumlah jaringan tersebut dapat memberikan pelayanan untuk anggota dan masyarakat yang kepingin hijrah dalam sistem finansial syariah,” ujarnya.