Pengertian Riba Dalam Islam, Jenis-Jenis Riba, Dasar Hukum dan Contoh Riba

Desember 7, 2018 By 0 Comments

Apa itu RIBA? Pengertian Riba adalah pemberlakuan bunga atau penambahan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.

Secara etimologis, istilah riba berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna ziyadah atau tambahan. Dengan kata lain, arti riba adalah pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam meminjam.

Dalam agama Islam, Riba ialah praktik yang diharamkan. Untuk umat Islam, pemberlakuan bunga dengan persentase tertentu pada pinjaman Bank Konvensional atau lembaga finansial lainnya dirasakan sebagai praktik riba.

Pengertian Riba Dalam Islam, Jenis-Jenis Riba, Dasar Hukum dan Contoh Riba

Pengertian Riba Menurut Para Ahli Fiqih

Agar lebih memahami apa arti riba, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli. Berikut ini adalah pengertian riba menurut para ahli fiqih:

1. Al-Mali

Berdasarkan keterangan dari Al-Mali definisi riba ialah akad yang terjadi atas pertukaran barang atau komoditas tertentu yang tidak diketahui perimbangan menurut keterangan dari syara’, saat berakad atau menyelesaikan penukaran kedua belah pihak atau di antara dari keduanya.

2. Rahman Al-Jaziri

Berdasarkan keterangan dari Rahman Al-Jaziri makna riba ialah akad yang terjadi dengan pertukaran tertentu, tidak diketahui sama atau tidak menurut keterangan dari syara’ atau terlambat salah satunya.

3. Syeikh Muhammad Abduh

Berdasarkan keterangan dari Syeikh Muhammad Abduh definisi riba ialah penambahan-penambahan yang disyaratkan oleh orang yang mempunyai harta untuk orang yang meminjam hartanya (uangnya), sebab pengunduran janji pembayaran oleh peminjam dari masa-masa yang sudah ditentukan.


Jenis-Jenis Riba

Secara umum riba dapat dibedakan menjadi dua, yaitu riba hutang-piutang dan riba jual-beli. Berikut penjelasan mengenai kedua jenis riba tersebut:

1. Riba Hutang-Piutang

Pengertian riba hutang-piutang ialah tindakan mengambil guna tambahan dari sebuah hutang. Riba hutang-piutang dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu:

  • Riba Qardh, yaitu mengambil manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang diisyaratkan kepada penerima hutang (muqtaridh).
  • Riba Jahiliah, yaitu penambahan hutang lebih dari nilai pokok karena penerima hutang tidak mampu membayar hutangnya tepat waktu.

2. Riba Jual-Beli

Apa itu riba jual-beli? Riba jual-beli seringkali terjadi ketika konsumen membeli suatu barang dengan cara mencicil. Penjual menetapkan penambahan nilai barang karena konsumen membelinya dengan mencicil.

Riba jual-beli dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Riba Fadhl, yaitu praktik pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau dosis yang berbeda, sementara barang yang dipertukarkan itu masih tergolong dalam jenis barang ribawi.
  • Riba Nasi’ah, yaitu penangguhan penyerahan/ penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba nasi’ah terjadi sebab adanya perbedaan, perubahan, atau peningkatan antara barang yang di berikan saat ini dengan yang di berikan kemudian.

Landasan Hukum Riba

Seperti yang telah disebutkan pada paragraf awal, praktik riba diharamkan dalam Islam. Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Quran berikut ini:

1. Q.S. Al-Baqarah: 276

يَمْحَقُ اللهُ الرِّبَوا وَيُرْبِى الصَّدقَتِ واللهُ لاَيُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيْم

Artinya: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah SWT tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa. ” (Q.S. Al-Baqarah: 276).

2. Q.S. Al-Baqarah : 275

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَوا لَايَقُمُوْنَ إِلّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبُّطُهُ الشَّيْطَنُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُو اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْل الرِّبَوا وَاَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَوا

Artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit jiwa (gila). Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah SWT telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba . . . (Q.S. Al-Baqarah: 275).

3. Q.S. Al-Baqarah : 278

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Baqarah : 278).

4. Q.S Ali ‘Imran : 130

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba…” (Ali ‘Imran/3: 130)”.

5. Q.S Ar-Ruum 39

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ

Artinya : Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah…” (Ar-Ruum/30: 39).

Contoh Riba Dalam Masyarakat

Setelah memahami apa itu riba dan landasan hukumnya, tentu kita juga perlu mengetahui apa saja contoh riba yang pernah dilakukan sehari-hari. Adapun contoh praktik riba adalah sebagai berikut:


1. Bunga Bank Konvensional

Bunga yang diterapkan oleh Bank konvensional ternyata tergolong dalam praktik riba. Ketika anda meminjam dana dari Bank, maka anda akan dikenakan bunga masing-masing kali membayar cicilan pinjaman tersebut.

Hal ini (riba) pun terjadi pada lembaga finansial lainnya, contohnya lembaga pembiayaan. Ketika kita melakukan pembelian kendaraan bermotor atau properti secara mencicil maka anda akan dikenakan bunga, dan ini tergolong praktik riba.

2. Pinjaman Dengan Syarat

Ketika kita hendak meminjam duit dari pihak lain, biasanya pinjaman itu disertai dengan kriteria. Misalnya bunga atau urusan lainnya sebagai kriteria supaya pemilik uang inginkan meminjamkannya pada orang lain.

Contoh lain, contohnya seorang kerabat hendak meminjam duit dari kamu, lalu anda memberikan kriteria menyerahkan pinjaman yakni harus mau menjemput dan mengantar anda setiap hari.

Hal-hal laksana ini ternyata telah termasuk dalam praktik riba yang dilarang.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian riba, jenis-jenis riba, landasan hukum riba, dan contoh riba di masyarakat. Semoga artikel ini bermanfaat.