beritakoperasi

Perbedaan koperasi syariah dan konvensional Lengkap

Maret 7, 2018 By 1 Comment

Perbedaan koperasi syariah dan konvensional Lengkap – Apa Sajakah Perbedaan Antara Koperasi Syariah dengan Koperasi Konvesional? Perbedaan disini bisa dilihat  dari koperasi konvensional yaitu segi pengertian, konsep, aliran koperasi, dan prinsip. Sedangkan dalam koperasi syariah bisa dilihat dari segi pengertian, nilai-nilai koperasi, tujuan, fungsi dan peran koperasi syariah.

Perbedaan yang mendasar antara Koperasi Simpan Pinjam Syariah dengan Koperasi Simpan Pinjam Konvensional adalah pada sistemnya, yaitu system bagi hasil dan system bunga. System bagi hasil (mudharobah) telah dicontohkan oleh rasulullah, sedangkan system bunga memberi tambahan bagi pihak kreditur (pihak yang memberikan piutang).

Perbedaan-perbedaan dapat terlihat pada aspek, diantaranya sebagai berikut :

  • Pembiayaan

Koperasi konvensional memberikan bunga pada setiap naabah sebagai keuntungan koperasi. Sedangkan pada koperasi syariah, bagi hasil adalah cara yang diambil untuk melayani para nasabahnya

  • Aspek pengawasan

Aspek pengawasan yang diterapkan pada koperasi konvensional adalah pengawasan kinerja, ini berarti koperasi hanya diawasi kinerja para pengurus dalam mengelola koperasi.

Berbeda dengan koperasi syariah, selain diawasi pada pengawasan kinerjanya, tetapi juga pengawasan syariah. Prinsip-prinsip syariah sangat dijunjung tinggi, maka dari itu kejujuran para intern koperasi sangat diperhatikan pada pengawasan ini, bukan hanya pengurus, tetapi aliran dana serta pembagian hasil tidak luput dari pengawasan.

  • Penyaluran produk

koperasi konvensinal memberlakukan system kredit barang atau uang pada penyaluran produknya, maksudnya adalah koperasi konvensional tidak tahu menahu apakah uang ( barang ) yang digunakan para nasabah untuk melakukan usaha mengalami rugi atau tidaK ? nasabah harus tetap mengembalikan uang sebesar yang dipinjam ditambah bunga yang telah ditetapkan pada RAT.

Aktivitas ini berbeda di koperasi syariah, koperasi ini tidak mengkreditkan barang-barangnya, melainkan menjualn secara tunai maka transaksi jual beli atau yang dikenal dengan murabahah terjadi pada koperasi syariah, uang / baramg yang dipinjamkan kepada para nasabah pun tidak dikenakan bunga, melainkan bagi hasil, artinya jika nasabah mengalami kerugian, koperasipun mendapatkan pengurangan pengembalian uang, dan sebaliknya.

Ini merupakan salah satu bagi hasil yang diterapkan pada koperasi syariah

  • Fungsi sebagai lembaga zakat

Koperasi konvesional tidak menjadikan usahanya sebagai penerima dan penyalur zakat, sedangkan koperasi syariah, zakat dianjurkan bagi para nasabahnya, karena kopersai ini juga berfungsi sebagai institusi Ziswaf .

Koperasi Konvensional

  • Pengertian Koperasi

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

  • Konsep Koperasi

Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

Aliran Koperasi

  • Aliran Yardstick

aliran ini koperasi dapat menjadi suatu kekuatan untuk menyeimbangkan, menetralisasikan, menstabilkan dan mengoreksi perekonomin negara tersebut. tapi, pemerintah tidak akan ikut campur tangan terhadap keadaan koperasi tersebut.

  • Aliran Sosialis

Koperasi disini dianggap penting dalam mensejahterakan masyarakat karena system dalam aliran ini sangat menguntungkan dan juga koperasi dianggap penyatu masyarakat dari berbagai elemen dari kalangan atas, menengah maupun bawah dan mempunyai system kekeluargaan.

  • Aliran Persemakmuran

Koperasi disini sebagai wadah ekonomi masyarakat yang bersifat strategis dan memiliki peranan penting dalam sector perekonomian masyarakat. Dalam aliran ini pemerintah juga ikut membantu koperasi dan menjadi tanggung jawab pemerintah dalam memajukan koperasi.

Prinsip Koperasi

Dalam Undang-Undang RI No0 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan pada pasal 5 bahwa dalam pelaksanaannya, sebuah koperasi harus melaksanakan prinsip koperasi. Beriku ini prinsip-prinsip koperasi adalah :

  1. Keanggotaan bersifat terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara adil
  3. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil
  4. Pemberian balas jasa bukan dari besarnya modal
  5. Memegang prinsip kemandirian

Koperasi Syariah

Koperasi syari’ah juga memiliki pengertian yang sama yang kegiatan usahanya bergerak dibidang pembiayaan, investasi, dan simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah), atau lebih dikenal dengan koperasi jasa keuangan syariah.

Nilai-nilai Koperasi

Ada 7 adopsi bisnis dalam perkonomian syariah sebagai berikut:

  1. Shiddiq : mencerminkan kejujuran, akurasi dan akuntabilitas
  2. Istiqamah : mencerminkan konsistensi, komitmen dan loyalitas
  3. Tabligh : mencerminkan edukasi, komunikatif dan transparansi
  4. Amanah : mencerminkan kepercayaan, integritas dan reputasi
  5. Fathanah : mencerminkan kreatif, etos kerja, dan inovatif
  6. Ri’ayah : mencerminkan semangat solidaritas, kepedulian dan empati
  7. Mas’uliyah : mencerminkan responbilitas

Tujuan Koperasi Syariah

Koperasi syariah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian yang berkeadilan sesuai prinsip-prinsip islam.

Fungsi Koperasi Syariah

  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, guna meningkatkan, kesejahteraan sosial ekonominya.
  • Memperkuat kualitas sumber daya insani anggota, agar menjadi lebihamanahprofessional (fathonah), konsisten, dan konsekuen (istiqomah) di dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam dan prinsip-prinsip syariah islam
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
  • Sebagai mediator antara menyandang dana dengan penggunan dana, sehingga tercapai optimalisasi pemanfaatan harta.
  • Menguatkan kelompok-kelompok anggota, sehingga mampu bekerjasama melakukan kontrol terhadap koperasi secara efektif
  • Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja
  • Menumbuhkan kembangkan usaha-usaha produktif anggota.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.



About the Author

admin: Koperasi adalah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama secara Syariah Islam.


1 Comment on "Perbedaan koperasi syariah dan konvensional Lengkap"

  1. Ivan
    Juni 24, 2018 Balas

    Maaf, numpang nanya,bukankah koperasi pada sejatinya sudah syari'ah??, Untuk apa diadakan koperasi syariah jika sistem yang berjalan sudah memenuhi syariat Islam?


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tinggalkan Balasan